CURSE SHOUT AND WRITE

This is just my curiosity. Beberapa tahun belakang ini perkembangan ready to wear brands di Indonesia sangat-sangat berkembang pesat. Well, that’s good anyway. I mean akhirnya fashion people di Indonesia sudah bisa memiliki banyak pilihan yang (they say) made in Indonesia.

Tapi, sepanjang gw melihat dan memperhatikan sebagian besar brand ini, jelas target mereka adalah menengah keatas. OK, mungkin ini masalah pride kali yah. Yang jelas sih kalau apa yang gw fikirkan begini, ‘harapan’-nya apa yang made in Indonesia itu, dengan segala-segalanya dibuat di Indonesia, source dan jasa dari Indonesia, barang yang dihasilkan kenapa berharga hampir sama aja dengan H&M dan ZARA? OK, sekali lagi mungkin ini masalah pride sang pembuat brand.

H&M dan ZARA merupakan dua retailers terbesar di dunia yang memang affordable, bagi orang di luar sana. Namun entah kenapa di Indonesia barang-barang tersebut termasuk kategori mewah bagi pandangan beberapa orang disini. Dan kalau apa yang gw lihat, brands ‘made in Indonesia’ ini sepertinya memang sedikit melirik H&M atau ZARA dalam membuat collections, bahkan dalam tagging price. Apakah orang Indonesia masih berfikir dengan memakai barang yang lebih mahal maka mereka satu level lebih tinggi dari pada orang lain. OK, mungkin itu sangat sangat sangatlah benar! But, seriously? Kenapa beberapa brands di Indonesia dengan seenaknya memberi tagging price yang mirip-mirip dengan H&M dan ZARA? Menurut gw itu nonsense! Why?

First of all, H&M dan ZARA memiliki cost distribusi yang lebih tinggi. Maksud gw, shipping mereka menurut gw lintas negara gituh! Dan Indonesia? Lintas provinsi doang. Kedua, H&M dan ZARA memiliki cost ad campaign yang menurut gw sih mengeluarkan biaya cukup besar. Come on! H&M hired Simon Nessman dan ZARA hired Sean O’Pry!! And how about those ‘made in Indonesia’? And of course you already know how big those two retailers’ store rite? Once again, bagaimana dengan brands Indonesia? I’m sure titip barang di suatu distributor tertentu atau online tidak begitu besar. OK, mungkin besar,  but not that BIG rite?

That’s why menurut gw tagging price yang mereka buat itu menurut gw A BIG NONSENSE! Hilarious! I’m sure they had super duper big profits rite? WOOOOW! Ok, mungkin ada beberapa hal lain yang belum gw ketahuui dari hal tersebut yang sehingga membuat harga-harga ‘made in Indonesia’ itu cukup tinggi untuk kalangan di Indonesia. But hey! Banyak deh ah orang berduit di Indonesia yang memikirkan pride-nya. So of course dengan harga segitu, pasti ada aja yang beli kan?

Last words, CINTAILAH PRODUK INDONESIA! Jangan pergi ke ITC! Karena itu semua adalah PRODUK CINA!! lol. Once again, it’s just my thought. Whether I’m wrong or not, you tell me.

4 months ago
  1. edwinhb posted this